Sabtu, 05 November 2011

KEGIATAN PENDUKUNG

KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING

 
Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas, perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung Dalam hal ini, terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu:

a. Aplikasi Instrumentasi Data
Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman

b. Himpunan Data
Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya tertutup. Kegiaran ini memiliki fungsi pemahaman.

c. Konferensi Kasus
Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien.Kegiatan konferensi kasus memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan.

d. Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan, dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. Kegiatan kunjungan rumah memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan.

e. Alih Tangan Kasus
Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten, seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor, dokter serta ahli lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. Fungsi kegiatan ini adalah pengentasan.




Instrumen dan Analisis Data

Add caption

Instrumen dan Analisis Data

Pengertian data harus dibedakan dengan informasi. Kalau saja kita bertanya kepada seseorang: Di mana kampus UIN Jakarta Syarif Hidayatulloh, maka kita diberitahu: Terus saja dari Terminal Bis Lebak Bulus sampai pertigaan Lampu Merah Pertama Ps. Jumat, terus sampai lampu merah kedua, terus di sebelah kanan jalan, di Jl. Ciputat Raya. Kata-kata tersebut disebut informasi, adapun lampu merah, terminal bis dan Jl. Ciputat Raya bukan informasi melainkan data. Dari contoh ini jelaslah bahwa informasi dibangun dari data.
            Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka menncapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Jawaban ini masih harus diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. 
Pengumpulan Data dalam Proses Penelitian
 DATA  →  INDIKATOR  →  VARIABEL   →  HIPOTESIS  →  TUJUAN
Gambar 1. 
Faktor yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data adalah masalah validitas dan reliabilitas dalam masalah pengukuran. Validitas disini sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur untuk mengukur suatu data. Meter adalah alat pengukur panjang bukan berat. Tes kecerdasan adalah alat ukurt intelegensi bukan kerajinan. Alat ukur dikatakan valid apabila alat itu mengukur yang diukurnya dengan teliti. Jika suhu udara 33oC, maka hasil pengukurannya dilaporkan 33oC bukan yang lain. Selanjutnya pengukuran dianggap reliabel (andal) jika alat ukur itu dipakai berulangulang pada obyek yang sama dan hasilnya tetap atau sejauhmana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat ukur yang sama.

INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
            Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian, dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Ada berbagai metode, antara lain; wawancara, observasi (pengamatan), kuesioner atau angket dan dokumenter.
            Metode yang dipilih untuk setiap variabel tergantung pada berbagai faktor terutama jenis data dan ciri responden. Untuk data historis misalnya tidak bisa ditemukan dengan observasi tetapi dimungkinkan dengan dokumenter atau wawancara. Hal ini tergantung pada karakteristik data variabel, maka metode yang digunakan tidak selalu sama untuk setiap variabel. Berikut ini adalah metode pengumpulan data suatu penelitian. 
  1. Observasi (pengamatan)
Observasi adalah dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Penyaksian dengan melihat, mendengar, merasakan yang kemudian dicatat seobyek mungkin. Dengan jenis pengamatan baik pengamatan dengan partisipasi penuh, partisipan, dan pengamat sempurna (complete observer).
  1. Survei
Survei adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan instrumen untuk memintas tanggapan dari responden tentang sampel. Ciri-cirinya sebagai berikut:
  1. Dipakai pada sampel yang mewakili populasi, khususnya probabilistic sampling.
  2. Respon didapankan langsung dari responden.
  3. Penggunaan survei melibatkan banyak responden daengan area yang lebih luas.
  4. Dilaksanakan pada situasi yang alamiyah. Dapat dikunjungi di kantor, rumah untuk meminta informasi tanpa diharuskan menghadiri acara tertentu. 
Pada dasarnya survei terdiri atas wawancara dan kuesinoner. Wawancara biasanya dilakukan dalam hubungan langsung ata tatap muka antara pewancara dan responden. Mengajukan pertanyaan, tanggapan dan melaporkannya secara tertulis. Instrumennya disebut schedule. Bentuk umum dari kuesioner adalah kuesinoner tertulis yang dikirim langsung ke responden. Du dalamnya terdapat pedoman untuk membimbing responden memberikan tanggapannya. Instrumennya adalah kuesinoner.
  1. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam hubungan tatap muka sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal. Wawancara juga menangkap perasaan, pengalaman, emosi, motif yang dimikili responden. Dengan bebarapa jenis wawancara baik wawancara berstruktur dan tidak atau wawancara campuran. 
  1. Kuesioner (Angket)
Pada kuesiner pertanyaan disusun dalam bentuk tanya sedangkat pada angket, pertanyaan disusun dalam kalimat pertanyaan dengan opsi jawaban yang tersedia. Dilakukan dengan media yakni dengan daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden.  
  1. Metode Dokumenter
Dokumen adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa masa lalu. Data statistik yang diterbitkan secara berkala oleh Biro Pusat Statistik (BPS) adalah dokumen yang mencatat berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu. Semua dokumen yang berhubungan dengan penelitian yang bersangkutan perlu dicatat sebagai sumber informasi.

TEKNIK SAMPLING
 Sampel (contoh) adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik sampling berguna agar:
  1. Mereduksi anggota populasi menjadi anggotas sampel yang mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak
  3. menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sbb:
  1. Tentukan dulu daerah generalisasinya. Banyak penelitian menurun mutunya karena generalisasi kesimpulannya terlalu luas. Penyebabnya karena peneliti ingin agar hasil penelitiannya berlaku secara meluas dan menganggap sampel yang dipilihnya sudah mewakili populasinya.
  2. Berilah batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat populasi. Populasi tidak harus manusia. Populasi dapat berupa benda-benda lainnya. Semua benda yang akan dijadikan populasi harus ditegaskan batas-batas karakteristiknya, sehingga dapat menghindari kekaburan dan kebingungan.
  3. Tentukan sumber-sumber informasi tentang populasi. Ada beberapa sumber informasi yang dapat memberi petunjuk tentang karakteristik suatu populasi. Misalnya didapat dari dokumen.
  4. Pilihlah teknik  sampling dan hitunglah besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. 
Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
  1. Sampling random (probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer.
  2. Sampling non random (non probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara tidak acak
  1. Teknik Sampling Random
Terdiri atas 4 macam:
    1. Teknik Sampling Sederhana (Simple random sampling)
Setiap unsur dalam seluruh populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih; dengan menggunakan undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer. Anggota sampel mudah dan cepat diperoleh, namun kadang tidak mendapatkan data populasi yang lengkap.
    1. Teknik Sampling Bertingkat (Stratified Sampling)
Disebut juga teknik sampling berlapis, berjenjang dan petala. Digunakan apabila populasinya heterogen atau terdiri atas kelompok yang bertingkat. Dengan cara ini anggota sampel dapat lebih representatif, namun perlu usaha mengenali karakteristiknya.
    1. Teknik Sampling Kluster (Cluster Sampling)
Disebut juga teknik sampling daerah, conditional sampling atau restricted sampling. Digunakan bila populasi tersebar dalam beberapa dearah, propinsi, kabupaten kecamatan dst. Pada setiap daerah diberi petak dan setiap petak diberi nomor. Nomor-nomor itu ditarik secara acak untuk menjadi sampelnya. 
    1. Teknik Sampling Sistematis (Systematical Sampling)
Sebenarnya merupakan treknik sampling sederhana yang dilakukan secara ordinal. Artinya, anggotas sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu. Misalnya setiap kelipatan 5 atau 10 dari daftar poegawai suatu kantor. Keuntungannya dapat digunakan dengan mudah dan cepat namun kadang kurang mewakili populasi.
  1. Teknik Sampling Nonrandom
 Terdiri atas 3 macam:
    1. Teknik Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)
    2. Teknik Sampling Bertujuan (Purposive Sampling)
    3. Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)

    1. Teknik Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)
Teknik sampling kebetulan dilakukan apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai. Misalnya kita ingin meneliti pendapat masyarakat tentang kenaikan harga dan BBM, maka pertanyaan yang diajukan kepada mereka yang kebetulan dijumpai di pasar atau di tempat-tempat lainnya.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat dan mudah. Sedangkan kelemahannya ialah kurang representatif.
    1. Teknik Sampling Bertujuan (Purposive Sampling)
Teknik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih khusus berdasarkan tujuan penelitiannya. Sebagai contoh: untuk meneliti tentang peraturan lalu lintas, maka hanya mereka yang memiliki SIM atau yang tidak memiliki SIM saja yang dijadikan anggota sampel.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat mudah dan relevan dengan tujuan penelitiannya. Sedangkan kerugiannya ialah tidak representatif untuk mengambil kesimpulan secara umum (generalisasi).
    1. Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)
Teknik ini digunakan apabila anggota sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumlah tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu. Teknik sampling kuota sering dikacaukan dengan teknik sampling bertujuan.
Keuntungan dan kelemahan menggunakan teknik ini adalah seperti halnya teknik sampling bertujuan tadi.
 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 
PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data merupakan salah satu rangkaian kegiatan penelitian setelah pengumpulan data. Setelah pengumpulan data, sering kali orang menjadi bingung; ‘Mau diapakan data yang telah terkumpul?”, “Bagaimana menhubungkan data di kuesioner dengan tujuan penelitian?”. Untuk itu data yang masih mentah (raw data) perlu diolah sedemikian rupa senhingga menjadi informasi yang akhirnya dapat digunakan untuk  menjawab tujuan penelitian. 
Agar analisis penelitian menghasilkan hasil yang benar, paling tidak ada empat tahapan dalam pengolahan data yang harus dilalui, yaitu: 
  1. EDITING
Merupakn kegiatan untuk melakukan pengecekan isian formulir atau kuesioner apaka jawaban dalam kuesioner itu sudah:
    1. Lengkap: semua (pertanyaan sudah terisi jawabannya)
    2. Jelas: jawaban pertanyaan apakah tulisannya cukup jelas terbaca
    3. Relevan: jawaban yang tertulis apakah relevan dengan pertanyaannya
    4. Konsisten: apakah antara beberapa pertanyaan yang berkaitan isi jawabannya konsisten, misalnya antara pertanyaan Usia denagn pertanyaan Jumlah anak. Bila dipertanyakan usia terisi 15 tahun dan dipertanyakan jumlah anak terisi 9, ini berarti tidak konsisten.
  1.  KODING
Koding merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka/bilangan. Misalnya untuk variabel pendidikan dilakukan koding 1=SD, 2=SMP, 3=SMU, 4+PT. Jenis kelamin: 1=laki-laki dan 2=perempuan, dsb. Kegunaan koding adalah untuk mempermudah pada saat analisis data dan mempercepat pada saat entri data. 
  1. PROCCESSING
Setelah seluruh kuesioner terisi penuh dan benar, dan sudah melewati pengkodingan, maka langkah selanjutnya adalah memproses data agar dapat dianalisis. Pemprosesan data dilakukan dengan cara mengentri data kuesioner ke paket komputer. Ada beberapa paket yang dapat digunakan untuk pemprosesan data denagn masing-msing kelebihan dan kekurangannya. Salah satu paket program yang sering digunaka untuk entri data adalah paket program SPSS for Window. (Statistical Program for Sosial Science)
  1. CLEANING
Cleaning (pembersihan data) merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dientri apakah ada kesalahan atau tidak. Kesalahan tersebut kemungkinan terjadi pada saat kita mengentri data ke komputer. Misalnya untuk data pendidikan ada variabel yang bernilai 7, mestinya berdasarkan koding yang ada, pendidikan kodenya hanya 1 s/d 4.

ANALISIS DATA   
Setelah selesai melakukan pengolahan data, maka langkah selanjutnya adalah data dianalis. Data mentah (raw data) yang sudah susah payah kita kumpulkan tidak akan ada artinya jika tidak dianalisis. Analisis data merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu penelitian, karena dengan analis data lah data dapat mempunyai arti/makna yang dapat berguna untuk memecahkan masalah penelitian. 
Pada umumnya analisis data bertujuan untuk:
  1. Memperoleh gambaran/deskripsi masing-masing variabel
  2. Membandingkan dan menguji teori atau konsep dengan informasi yang ditemukan
  3. Menemukan adanya konsep baru dari data yang dikumpulkan
  4. Mencari penjelasan apakah konsep baru yang diuji berlaku umum atau hanya berlaku pada kondisi tertentu.
Analisis data mempunyai posisi strategis dalam suatu penelitian. Namun perlu dimengerti bahwa dengan melakukan analisis tidak dengan sendirinya dapat langsung menginterpretasikan hasil analisis tersebut. Menginterpretasikan berarti kita menggunakan hasil analisis guna memperoleh arti/makna.
Interpretasi mempunyai dua bentuk, yaitu: arti sempit dan arti luas. Interpretasi dalam arti sempit (deskriptif) yaitu interpretasi data yang dilakukan hanya sebatas pada masalah penelitian yang diteliti berdasarkan data yang dikumpulkan dan diolah untuk keperluan penelitian tersebut. Sedang interpretasi dalam arti luas (analik) yaitu interpretasi guna mencari makna dan hasil penelitian dengan jalan tidak hanya menjelaskan/menganalisis data hasil penelitian tersebut, tetapi juga melakukan intervensi (generalisasi) dari data yang diperoleh denagn teori-teori yang relevan denagn hasil-hasil penelitian tersebut.
Langkah-langkah analisi yang digunakan untuk pendekatan kuantitatif antara lain sebagai berikut:
  1. Analisis Deskriptif (Univariat)
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Bentuknya tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai rata-rata (mean), median, standar deviasi dan  inter kuartil range, minimal dan maksimal. 
  1. Analisis Analitik
a.       Analisis Bivariat
Setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel dapat diteruskan analisis yang lebih lanjut. Apabila analisis hubungan antara dua variabel, maka analisis dilanjutkan pada tingkat bivariat. Misalnya ingin diketahui hubungan antara berat badan denagn tekanan darah. Untuk mengetahui hubungan dua variabel tersebut biasanya digunakan pengujian statistik. Jenis uji statistik yang digunakan sangat tergantung pada jenis data/variabel yang dihubungkan.
b.      Analisis Multivariat
Merupakan analisis yang menghubungkan antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen.

HIMPUNAN DATA


Pengertian Himpunan Data

Himpunan data adalah kumpulan data yang merupakan hasil dari berbagai instrumentasi yang dilaksanakan yang digunakan untuk menunjang kegiatan konseling. Himpunan data terkait dengan fungsi layanan, bidang layananserta kegiatan konseling baik perorangan maupun kelompok.
Himpunan data bergunauntuk melakukan kegiatan aplikasi instrumentasi di sekolah dan berguna secara efektif dalam melaksanakan kegiatan konseling perorangan dan kelompok di sekolah dan juga sebagai data acuan dalam mengambil keputusan tentang permasalahan murid
Tujuan
Tujuan secara umum dari penyelenggaraan himpunan data adalah menyediakan data yang valid dan realistis dalam menunjang pelaksanaan konseling disekolah juga menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan membuat kegiatan layanan menjadi efektif.
Tujuan secara khusus dari penyelenggaraan adalah menyediakan data yang valid, reliable, dan berkualitas yang berrtujuan untuk penunjang penyelenggaraan pelayanan konseling sehingga menciptakan suasana yang kondusif dalam penyelengaraan konseling di sekolah.
Fungsi Himpunan Data
  1. Fungsi pemahaman
    Dengan data yang lengkap memungkinkan dan tersusun dengan baik sehingga bisa dipahami olah pihak-pihak yang membutuhkan.
  2. Fungsi pencegahan
    Setelah proses pemahaman berjalan dengan baik, maka yang dilakukan adalah pencegahan berdasarkan data yang lengkap
  3. Fungsi pengentasan
    Setelah data diperoleh dengan lengkap maka bisa dilakukan pengentasan
  4. Fungsi pengembangan dan pemeliharaan
    Dengan digunakannya data yang lengkap di dalam himpunan data secara efektif, potensi mereka yang memperoleh pelayanan konseling akan bisa berkembang
  5. Fungsi advokasi
    Data yang didapat seharusya melindungi hak-hak dan keburukan data secara rapi dan tersusun

TES KEPRIBADIAN


MAKALAH TES KEPRIBADIAN TECHNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN KONSELING






NAMA                       : UMUL WASI’AH
NPM                          : 08.1.01.01.0476
Fakultas                    : FKIP
Prodi                          : Bimbingan Konseling
Mat.Kul                    : Technologi informasi dalam BK



UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
Jl. KH. Achmad Dahlan 76 Kediri
Telp : (0354)-771576
email: baak@unpkediri.ac.id


Test Kepribadian Seseorang

Oleh: Myers - Briggs
Disadur dari buku: Psikologi Jung (Ladislaus Naisaban)


            Carl Gustav Jung menjabarkan tentang kepribadian manusia yang introvert dan extravert, kemudian Katharine Cook Briggs dan anak perempuannya yang bernama Isabel Briggs Myers mengembangkan teori Jung ini dan dinamakan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Tes ini tidak mengukur intelegensi, motivasi, kedewasaan, atau kesehatan mental seseorang. Akan tetapi, membagi manusia menjadi 16 tipe kepribadian yang berbeda, sesuai dengan 4 dimensi yang telah ditentukan. MBTI terdiri dari:
  1. Terbuka (Extraverted) atau Tertutup (Introverted)
  2. Pengindera (Sensing) atau Intuitif (Intuition)
  3. Pemikir (Thinking) atau Perasa(Feeling)
  4. Penilai (Judging) atau Pengamat (Perceiving)
Secara lahiriah, setiap orang memunyai kecenderungan untuk bersifat extrovert atau introvert, sensing atau intuitive, thinking atau feeling serta perceiving atau judging. Extrovert berorientasi pada sifat lahiriah seseorang, sedangkan introvert berasal dari dalam yang menyangkut ide dan perasaan. Sifat sensing condong merinci seluk beluk suatu hal. Sementara intuitive membahas suatu hal secara garis besar. Seorang pemikir biasanya memutuskan hal-hal dengan logis dan objektif, seorang perasa memutuskan suatu hal dengan subjektif. Tipe perceiving cenderung untuk bertindak fleksibel dan mencari informasi yang lebih banyak, sedangkan tipe judging menginginkan sesuatu berjalan berdasarkan pertimbangan.
Anda memiliki tipe kepribadian yang manakah? Isilah pertanyaan dibawah ini, kemudian kita lihat hasilnya... :)
Top of Form
  1. Saya..
    Menjawab sesuatu pertanyaan dengan cepat dan kadang-kadang tanpa berpikir panjang
    Lebih suka berpikir banyak sebelum menjawab atau menyampaikan pendapat
  2. Dalam perjuangan hidup, saya..
    Penuh percaya diri dalam mencoba sesuatu
    Lebih dahulu perlu memahami secara mendalam sesuatu sebelum dicoba
  3. Saya..
    Ingin menemukan apa yang orang lain harapkan dari saya
    Ingin melakukan segala sesuatu dengan cara saya sendiri
  4. Saya..
    Menemukan kekuatan penuh ketika berada ditengah orang banyak seperti ketika berada ditengah pesta
    Menjadi tidak tenang ketika berada ditengah orang banyak dan rasanya ingin menjauh dan menyendiri
  5. Saya..
    Senang dengan banyak variasi dan aktif dalam banyak kegiatan
    Senang dengan tempat yang tenang dimana saya dapat berefleksi tanpa diganggu
  6. Dalam melakukan sesuatu pekerjaan, saya..
    Senang memperhatikan sampai hal-hal detail dan membiarkan semuanya seperti adanya
    Cenderung mengabaikan bagian detail dan lebih cenderung untuk mencari arti yang tersembunyi
  7. Saya..
    Senang memeriksa, mengontrol dan berusaha menemukan banyak informasi sejauh saya bisa
    Menjadi kurang sabar dengan hal-hal rutin, pengulangan-pengulangan dan semua hal yang lamban dalam kegiatan
  8. Saya..
    Menerima dan menikmati segala sesuatu sebagaimana adanya, merekam peristiwa-peristiwa masa lalu dan belajar dari kombinasi kedua hal diatas dalam suatu rasa kebersamaan
    Menduga segala sesuatu tentang pengetahuan
  9. Saya lebih tepat sebagai
    Orang yang realistis dan praktis
    Orang yang penuh imajinasi dan berdaya cipta
  10. Saya..
    Jarang mengandalkan inspirasi untuk maju
    Memiliki energi banyak dengan beberapa keluwesan diantaranya
  11. Saya..
    Lebih membutuhkan peraturan yang adil untuk apa yang sedang saya kerjakan
    Dihormati adalah nilai hidup yang penting dalam hidup saya
  12. Saya..
    Berusaha menganalisa secara logis fakta-fakta dalam membuat suatu keputusan
    Berpikir tentang apa yang terbaik bagi semua orang dalam hubungan dengan suatu keputusan
  13. Saya..
    Menerima dengan sukarela dan jujur kritik sebagai suatu yang alamiah
    Berusaha menghindari pertentangan dan merasa sangat tidak tenang ketika menerima kritikan
  14. Saya..
    Mengenal orang banyak yang sangat halus dan emosional
    Terluka oleh orang yang cenderung mengalisis atau membuat pernyataan dingin ketika saya membutuhkan pemahaman dan pengertian
  15. Saya..
    Sering mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosi-emosi
    Gampang mengekspresikan perasaan saya dan gampang pula mengerti perasaan orang lain
  16. Saya..
    Cenderung dikendalikan oleh peristiwa-peristiwa hidup saya dan menerima semua peristiwa dalam hidup saya sebagaimana mestinya
    Perlu memahami peristiwa-peristiwa dalam hidup saya dan karena itu saya membutuhkan banyak waktu sebelum membuat keputusan
  17. Saya..
    Gampang berubah pikiran
    Lamban memutuskan sesuatu dan lamban pula mengubah pikiran
  18. Saya..
    Membutuhkan jadwal dan peraturan yang tetap dalam melakukan segala sesuatu
    Cenderung lebih bebas dalam melakukan sesuatu
  19. Saya..
    Menyusun waktu dan prioritas dengan rapi sebelum memulai dan menyelesaikan pekerjaan
    Suka menunda-nunda pekerjaan
  20. Saya..
    Lebih senang dengan teman-teman yang turut berpartisipasi dalam cita-cita dan norma-norma saya
    Memilih teman-teman yang memiliki minat yang sama dan dengan mereka saya gampang membagikan pengalaman-pengalaman hidup saya
Bottom of Form

Terbit Lapak

Lapak

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by dyan123 - Premium Blogger Themes | cheap international calls